&
Advertise Here with Today.com
 

Archive for October, 2007

Oct 24 2007

Aviyasa Consulting :Panduan seks lebih aman bagi Politisi di Indonesia

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

Untuk dapat menularkan HIV lewat hubungan seks, infeksi HIV dalam darah atau cairan seksual harus ditransfer kepada seseorang. Cairan seksual dapat berasal dari penis laki-laki atau dari vagina perempuan, sebelum, selama, atau setelah orgasme terjadi. HIV dapat ditularkan bila cairan terinfeksi tersebut masuk ke dalam tubuh seseorang.
Anda tidak dapat menularkan HIV bila tidak ada infeksi HIV. Bila anda dan pasangan anda tidak terinfeksi HIV, tidak ada risiko. Viral load yang “tidak terdeteksi” TIDAK berarti “tidak ada infeksi HIV”. Bila tidak ada kontak dengan darah atau cairan seksual, tidak ada risiko. HIV harus masuk ke dalam tubuh untuk dapat terjadi infeksi.

Panduan seks lebih aman adalah cara-cara untuk mengurangi risiko penyebaran HIV pada saat melakukan hubungan seks.

Kegiatan tidak aman

Seks tak aman sangat tinggi risiko penyebaran HIVnya. Risiko tertinggi adalah bila darah atau cairan seksual menyentuh daerah-daerah lunak, basah (selaput lendir) di dalam rektum, vagina, mulut, hidung, atau pada ujung penis. Daerah-daerah ini mudah sekali luka, sehingga mempermudah jalan HIV untuk masuk ke dalam tubuh.

Hubungan vaginal atau rektal tanpa perlindungan sangat tidak aman. Cairan seksual masuk ke dalam tubuh, dan dimanapun penis laki-laki masuk, dapat menyebabkan lecet yang memungkinkan terjadinya infeksi HIV. Pasangan penerima lebih mungkin untuk tertular, walaupun HIV mungkin juga masuk ke dalam penis, terutama bila terjadi hubungan dengan darah atau cairan vagina yang terinfeksi HIV selama waktu yang lama, atau bila terdapat luka terbuka pada penis.

Kegiatan lebih aman

Kebanyakan kegiatan seksual berisiko menularkan HIV. Untuk mengurangi risiko tersebut, buatlah supaya darah atau cairan seksual sulit masuk tubuh anda.

Amati tubuh anda dan tubuh pasangan anda. Luka, lecet, atau gusi berdarah meningkatkan risiko penularan HIV. Kegiatan fisik yang kasar juga meningkatkan risiko. Bahkan luka-luka kecil dapat mempermudah HIV masuk dalam tubuh.

Gunakan pelindung untuk mencegah kontak dengan darah atau cairan seksual. Ingat bahwa pelindung alami tubuh adalah kulit. Bila anda tidak memiliki luka atau lecet, kulit anda akan melindungi terhadap infeksi. Risiko infeksi meningkat bila selaput lendir rusak.

Pelindung buatan yang paling umum untuk laki-laki adalah kondom. Anda juga dapat menggunakan kondom perempuan untuk melindungi vagina atau rektum selama hubungan seksual.

Pelicin dapat meningkatkan stimulasi seksual. Pelicin juga mengurangi kemungkinan rusaknya kondom atau pelindung lainnya. Pelicin berbasis minyak seperti Vaseline, minyak, atau krim dapat merusak kondom dan pelindung latex lainnya. Pastikan untuk menggunakan pelicin berbasis air.

Seks oral juga berisiko penularan HIV, khususnya bila cairan seksual masuk ke dalam mulut dan bila terdapat gusi berdarah atau luka dalam mulut. Sepotong latex atau plastik di atas vagina, atau kondom pada penis, dapat digunakan sebagai pelindung selama seks oral. Kondom tanpa pelicin baik untuk seks oral, karena kebanyakan pelicin rasanya tidak enak.

Kegiatan aman

Kegiatan aman tidak berisiko menularkan HIV. Abstinen (sama sekali tidak berhubungan seks) adalah yang paling aman. Seks dengan satu pasangan saja aman selama anda dan pasangan anda tidak terinfeksi dan selama tidak ada yang berhubungan seks atau berbagi alat suntik dengan orang lain.

Untuk tetap aman, anggap pasangan seks anda terinfeksi HIV. Anda tidak akan pernah tahu seseorang itu terinfeksi dengan melihat penampilan. Mereka mungkin saja bohong bila mereka katakan tidak terinfeksi, terutama bila mereka ingin berhubungan seks dengan anda. Banyak orang yang terinfeksi HIV dari pasangan tetap mereka yang tidak setia “sekali saja”.

Bahkan orang yang hasil tesnya negatif mungkin terinfeksi. Mungkin mereka terinfeksi setelah mereka dites, atau mereka melakukan tes terlalu dini setelah terpajan HIV.

Bagaimana bila kedua orang telah terinfeksi?

Banyak orang yang terinfeksi HIV tidak merasa perlu mengikuti panduan seks aman bila mereka berhubungan seks dengan orang lain yang terinfeksi. Namun, tetap masuk akal untuk “play safe”. Bila tidak, anda mungkin terpajan infeksi menular seksual lain seperti herpes atau sifilis. Bila anda telah terinfeksi HIV, penyakit-penyakit ini dapat lebih parah.

Anda juga dapat terinfeksi ulang dengan jenis HIV lain. Jenis HIV yang baru ini mungkin tidak dapat dikendalikan dengan obat-obatan yang anda gunakan. Jenis ini juga mungkin resisten terhadap obat antiretroviral lain. Tidak ada cara untuk mengetahui seberapa berisiko hubungan seksual dua orang yang telah terinfeksi HIV. Mengikuti panduan seks lebih aman dapat mengurangi risiko tersebut.

Ketahui apa yang anda lakukan

Menggunakan alkohol atau napza sebelum atau selama seks lebih meningkatkan kemungkinan anda tidak mengikuti panduan seks lebih aman. Hati-hati bila anda pernah menggunakan alkohol atau napza.

Ketahui batasan anda

Tentukan tingkat risiko yang dapat anda terima. Ketahui seberapa besar perlindungan yang ingin anda gunakan selama melakukan berbagai jenis kegiatan seksual. Sebelum anda melakukan hubungan seks,

  • Pikirkan tentang seks lebih aman
  • Tentukan batasan anda
  • Sediakan persediaan pelicin dan kondom atau pelindung lainnya, dan pastikan mudah ditemukan bila anda membutuhkan
  • Bicarakan tentang batasan-batasan anda dengan pasangan


Tetap dengan batasan anda. Jangan biarkan alkohol atau napza atau pasangan yang menarik membuat anda lupa diri.

Kesimpulan

Infeksi HIV dapat terjadi selama kegiatan sekstual. Seks itu aman hanya bila tidak ada HIV, tidak ada darah atau cairan seksual, atau tidak ada cara HIV dapat masuk ke dalam tubuh.

Anda dapat mengurangi risiko infeksi bila anda menghindari kegiatan tak aman atau bila anda menggunakan pelindung seperti kondom. Tentukan batasan anda dan jangan langgar.

Advertise Here with Today.com

No responses yet

Oct 24 2007

Aviyasa consulting meyediakan Jasa Konsultasi terkemuka dalam kehutanan

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

Aviyasa telah berpengalaman selama 15 tahun dalam memberikan jasa konsultasi publik bagi investor yang ingin menanamkan investasinya di sektor kehutanan dan jasa penghubung ke pemerintah dengan mengunakan metode gunung kembar

Kendala yang muncul dalam melakukan negoisasi bisnis di indonesia dapat diselesaikan oleh staff staff kami yang siap sedia 24 jam menjadi negoisator dalam memenuhi bisnis anda, salah satunya adalah dengan strategi dada terbuka dan selangkangan mulus

No responses yet

Oct 24 2007

Trik Memelihara Bisnis di daerah gunung kembar

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

STANDAR payudara indah begitu beragam bagi semua orang. Namun keindahan ini bukan ditujukan untuk menarik perhatian kaum Adam. Banyak kaum Hawa ingin memiliki payudara indah lebih untuk membangun kepercayaan dirinya saja. Maka, berbagai cara pun dilakukan para perempuan untuk membentuk payudara indah, melakukan olah raga, menggunakan krim, suntik, maupun bedah plastik.

Namun, kalaupun tidak menjalani pembentukan payudara melalui operasi, ada cara lain yang paling tidak bisa ditempuh untuk merawat payudara sehat.

1.Gunakan bra yang sesuai dengan kondisi payudara.
Ada baiknya memesan khusus bra yang sesuai ukuran dan bentuk payudara Anda.

2. Jangan takut untuk menyusui bayi Anda. Air susu yang terkumpul di payudara, jika tidak disusukan pada bayi justru akan membuat sang ibu sakit.

3. Boleh juga menjalani perawatan payudara yang ditawarkan salon maupun spa. Atau Anda bisa mengenakan krem khusus payudara untuk memelihara kondisi payudara.

4. Olah raga yang menitikberatkan gerakan di bagian dada dipercaya untuk bisa mempertahankan bentuk indah payudara.

5. Mengubah citra tentang kesempurnaan payudara. Tidak semua orang suka payudara besar dan tidak semua orang suka pada payudara kecil.

6. Untuk menyempurnakan penampilan, Anda bisa mengenakan pakaian yang sesuai dengan bentuk payudara. Misalnya bagi mereka yang berdada “tipis”, bisa menggunakan busana dengan frills di bagian dada atau yang bergaya victoria. Sebaliknya, bagi pemilik payudara besar, sebaiknya menghindari pemakaian baju dengan model “ramai” di bagian dada.(Uci)***

No responses yet

Oct 24 2007

Konsultasi seks dan cara onton blue film bagi politisi DPR

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

  PERLUKAH FILM BIRU ?

Penting, sih, penting. Jika digunakan secara tepat dan dilakukan oleh suami-istri, justru bisa bermanfaat. Tapi ingat, jangan sampai kecanduan! “Ih, jijik. Saya nggak mau nonton film gituan. Kalau sampai suami mengajak saya nonton, pasti akan saya tolak. Buat apa?” ujar Anggi, bukan nama sebenarnya, yang baru setahun menikah. Sementara Rini, juga bukan nama sebenarnya, malah bersikap sebaliknya. Ibu satu anak ini mengaku, gairahnya jadi meningkat setelah menikmati film jenis itu. “Saya sebetulnya bukan orang yang gampang bangkit gairahnya. Tapi setelah beberapa kali diajak nonton suami, entah kenapa, saya kemudian, kok, jadi bergairah. Sejak itu saya baru bisa menikmati hubungan seksual kami,” papar wanita 34 tahun ini. Memang, tak sedikit orang yang merasakan manfaat nonton film biru atau yang biasa dikenal dengan BF. Entah dalam soal peningkatan gairah atau dorongan seks maupun dalam hal variasi posisi dan gaya. Bahkan, ada yang bisa merasa terpuaskan hanya dengan nonton BF. Sebaliknya, tak sedikit pula orang yang tak suka BF, merasa jijik, dan bahkan terhina, atau malah menganggap pasangannya mulai “tak waras” karena mengajaknya nonton film jenis itu sebelum mereka berhubungan seks.

Jika Anda rajin menyimak rubrik konsultasi seks di sejumlah media cetak, cukup banyak pembaca yang mempertanyaan soal penggunaan BF ini. Umumnya, mereka cenderung memandang negatif dan menganggapnya sebagai film porno yang tak layak ditonton. Lantas, bagaimana sebenarnya?

BANGKITKAH GAIRAH

Dr. Boyke Dian Nugraha, DSOG, MARS tak mengelak, banyak pasangan merasa jijik melihat film biru. Tapi, “Kenyataannya mereka juga membutuhkan, kok!” tukas ahli kebidanan & penyakit kandungan yang belakangan lebih dikenal sebagai konsultan seks ini. Bahkan, sambungnya, data penelitian menunjukkan, hampir 97 persen remaja di Indonesia sudah pernah menontonnya. “Khususnya bagi pasangan suami-istri, masyarakat harus mulai belajar bahwa film biru tak selalu membawa dampak negatif.” Dari situ, lanjut Boyke, “suami-istri bisa mendapatkan banyak manfaat untuk mengatasi kejenuhan hubungan mereka.”

Menurut Boyke, ada beberapa syarat hubungan seks yang sehat. Yang nomor satu, seks harus dilakukan dalam ikatan perkawinan. Selanjutnya, dilakukan dengan cinta dan lewat komunikasi intim, serta dengan teknik dan variasi. Juga, harus ada keterlibatan emosi.

Agar gairah seks tetap bisa dipertahankan, dibutuhkan suasana hati atau mood. Jika pasangan sudah mengalami kejenuhan, maka mungkin perlu variasi. “Nah, film biru bisa dijadikan alternatif untuk membangkitkan mood pasangan,” kata Boyke. Apalagi, seperti dikatakan Dr. Gerard Paat, MPH dari RS Sint. Carolus dalam kesempatan berbeda, “Film biru memiliki aspek perangsangan. Suami atau istri yang respon seksnya pelan, bisa dipercepat dengan menontonnya.”

Boyke melihat, film biru diperlukan hanya sebagai bagian dari alat bantu. Sama halnya seperti melakukan hubungan seks dengan iringan musik, atau melakukannya di bawah lampu temaram, di kamar mandi, dan sebagainya. “Seks memang membutuhkan variasi tempat atau suasana, teknik, dan alat bantu untuk perangsangan. Nah, alat bantu ini bisa bermacam-macam, salah satunya film biru,” jelas pengasuh acara konsultasi seks di sebuah radio swasta ini.

Selain itu, ia juga bisa menjadi sumber informasi. “Banyak pria yang sangat konservatif dan hanya ‘main tembak langsung’. Nah, dengan melihat film jenis itu, ia akan mengetahui bagaimana cara berhubungan seks yang benar,” kata Boyke.

JANGAN NYANDU

Kendati demikian, pasangan suami-istri tetap harus waspada dan sadar, bahwa tak semua film biru layak ditonton. Boyke menganjurkan, “Pilih film-film yang mempunyai alur cerita atau film yang memang menyajikan pendidikan seks. Jadi, tak semata menggambarkan hubungan seks, melainkan menggambarkan pula pentingnya misalnya foreplay, ruangan, atau musik pengiring saat berhubungan seks.” Dengan begitu, orang bisa belajar betapa penting romantisme atau keterlibatan emosi dalam suatu hubungan seks. Dengan kata lain,bukan nafsu belaka.

Baik Boyke dan Gerard juga mengingatkan, “Jangan sampai menonton film biru menjadi candu!” Apalagi jika suami kemudian tak lagi mau berhubungan seks dengan istri, karena baginya film biru lebih menarik. Lebih celaka lagi, pria yang sudah kecanduan film biru, seperti diujarkan Boyke dan Gerard, akan lebih mudah berselingkuh. “Ada hubungan antara seringnya pria nonton film biru dengan kemungkinan ia berselingkuh,” kata Gerard.

Lo, kok, bisa? “Pasalnya, apa yang dilihat suami di film, hampir 95 persen tak ditemukan pada istrinya,” ungkap Gerard. Hal senada dikatakan Boyke, “Mungkin suami tak mendapatkan apa yang ia inginkan dari istrinya. Bisa saja karena istrinya terlalu konservatif. Nah, kebetulan suami bertemu dengan wanita lain yang bisa memenuhi keinginannya, akhirnya mereka berselingkuh.”

Apalagi, sambung Gerard pada kesempatan terpisah, umumnya wanita tak begitu menyukai hubungan seks yang eksplisit. “Bagi mereka, itu bukan sesuatu yang menarik. Nah, jika suami berselingkuh dengan wanita yang mengerti keinginan pria, maka ia akan meniru apa yang dilihatnya di film dengan wanita teman selingkuhnya,” tutur konsultan seks ini.

KOMUNIKASI DENGAN ISTRI

Begitulah, menonton film biru, kata ahli, boleh-boleh saja sepanjang dilakukan oleh pasangan suami istri. Tapi, itu pun hanya boleh dilakukan sesekali saja. “Jangan setiap kali mau berhubungan seks selalu menonton. Itu artinya sudah terobsesi!” tandas Boyke.

Selain itu, sebelum menonton, Boyke menganjurkan agar pasangan sebaiknya berkomunikasi lebih dulu. Jika istri menolak, suami harus bisa mengerti. Sebaliknya, istri juga harus menyadari bahwa pria memiliki fantasi-fantasi liar yang bisa terpenuhi lewat film sejenis itu. “Semua tergantung bagaimana kita menjalin komunikasi, kok!” tukas penulis buku seputar masalah seks dan organ intim ini.

Gerard pun sependapat, “Komunikasi memang sangat diperlukan sebelum memutuskan menonton atau tidak. Jika istri tak mau, ya, jangan dipaksa. Tentu istri juga harus toleran. Jika memang suami tak bisa terangsang tanpa melihat film biru, istri harus bisa mengerti. Yang penting, dibatasi hanya untuk meningkatkan mood saja.”

JADI SALAH PERSEPSI

Hal lain yang harus diperhatikan, kata Gerard, suami-istri sudah harus tahu mana yang benar dan mana yang tidak sebelum menonton film biru. Soalnya, tak sedikit film jenis itu dibuat bukan dengan tujuan memperbaiki suatu hubungan seks yang kurang baik atau untuk menambah hubungan seks yang sudah baik. “Banyak, kok, yang dibuat hanya semata bersifat komersial. Oleh karena itu, pembuatannya pun tak ilmiah,” ujar konsultan perkawinan ini.

Karena tidak ilmiah, lanjut Gerard, film biru bisa menimbulkan suatu persepsi yang keliru tentang salah satu aspek seksual, khususnya dalam hubungan seks pria-wanita. “Persepsi yang keliru ini bisa menimbulkan perilaku yang keliru pula,” tandasnya. Misalnya saja, dalam film digambarkan, semakin besar ukuran alat kelamin pria, semakin jantanlah dia. “Akibatnya, setelah menonton, alat vital suami yang sebetulnya berukuran normal, bisa-bisa dianggap kurang oleh istri. Dan jika itu diucapkan istri di hadapan suami, jangan salahkan suami bila ia tersinggung dan harga dirinya hancur,” kata Gerard.

Belum lagi, tambah lulusan FKUI ini, film biru juga bisa menimbulkan ide “bengkok” tentang hal-hal yang secara ilmiah sudah dibenarkan. Contohnya tentang ukuran penis yang sebetulnya tak berpengaruh terhadap kepuasan seks wanita. “Kepuasan seks wanita tak ditentukan dari besar-kecil ukuran alat kelamin pria. Tapi karena di film digambarkan begitu, istri jadi salah persepsi,” ujarnya.

Selain tak ilmiah, banyak film biru yang dibuat dengan kualitas tak baik dan pengambilan gambar diatur sedemikian rupa hingga menimbulkan kesan hebat. “Dengan kata lain, ada unsur penipuan demi komersialisasi,” papar Gerard.

Unsur positif dan negatif, memang selalu ada dalam setiap hal. Begitu pula pada film biru. Ia akan menjadi positif bila kita berangkat dari paradigma yang positif dan menggunakannya untuk hal-hal yang positif pula.

Hasto Prianggoro.Foto:Iman Dharma(nakita)

Tips Penting Sebelum Menonton

Sebelum menonton film biru, tips dari Boyke di bawah ini mungkin bisa membantu.
1. Pilih film yang dibuat untuk tujuan pendidikan. Setidaknya yang memiliki jalan cerita mendekati realitas sehari-hari.
2. Libatkan pasangan dalam memilih film yang akan diputar.
3. Usahakan memutar setelah anak-anak tidur.
4. Ciptakan suasana santai selama nonton. Bila perlu, sediakan minuman atau makanan kecil saat menonton.
5. Tak perlu langsung mempraktekkan adegan yang dilihat.
6. Ingat, semua yang ditonton hanya adegan film. Jadi, jangan membanding-bandingkan dengan kenyataan.
7. Film biru bukan satu-satunya alat bantu untuk meningkatkan rangsangan atau gairah seks.
8. Film biru juga bukan satu-satunya yang dapat memberikan informasi tentang hubungan seks.

No responses yet

Oct 24 2007

Dipajang Dalam Etalase dengan Nomor Dada 16

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

Siap memberi konsultasi sek

Prostitusi di Batam
Dipajang Dalam Etalase dengan Nomor Dada 16

“SAYA hanya mencari uang,” kata Tati. Gadis berusia 15 tahun itu, bisa ditemukan di salah satu karaoke di kawasan Nagoya, Pulau Batam. Ia dipajang dalam etalase dengan nomor dada 16. Di dalam etalase, Tati selalu tersenyum.


KAWASAN Nagoya, lokasi favorit pengunjung di Batam.*IBNU SOFWAN/”PR”

Bagaimana cara berkenalan dengan Tati? Wesite www.idur.tripod.com menulis, seorang petugas di tempat itu akan dengan gampang memanggil Tati ke luar etalase, jika menyebut angka yang terpampang di dadanya. Bukan hanya Tati, puluhan gadis lain yang dipajang di tempat itu, bisa keluar dengan sekali menyebut angka.

Belakangan ini, Batam sudah menjadi “gudang” pelacur ABG. Jumlahnya bisa mencapai ribuan orang. Para gadis berusia antara 14 - 19 tahun itu, ditampung di ratusan rumah toko (ruko) di kawasan Nagoya dan Sei Jodoh. Pada malam hari, mereka menjadi “pemikat” di sekira 30 tempat hiburan yang tersebar di Batam.

Umumnya tempat hiburan seperti diskotek, karaoke, panti pijat, menyimpan sekira 50 sampai 100 orang wanita muda yang masih tergolong “anak baru gede” (ABG) sebagai karyawan, untuk menjaring tamu-tamu yang haus hiburan.

Kecuali pub, hampir semua tempat hiburan menyimpan wanita. Meski tidak langsung terlihat di etalase tempat hiburan, karena ada larangan dari pemerintah dan Otorita Batam, namun hampir tidak ada tempat hiburan yang tidak menyediakan wanita.

Di setiap tempat hiburan itu, para ABG dikoordinasi oleh seorang germo, yang biasa dipanggil dengan sebutan mami. Jika ada yang memesan, si mami dengan gampang menuntun para ABG seperti Tati untuk duduk di samping pria. Tati mengaku berasal dari sebuah desa di Jawa Barat. Ia datang ke Batam bertujuan mencari uang sebanyak mungkin. Untuk itu, ia belajar berbagai hal, termasuk memilih parfum yang bisa memancing gairah pria. Ia juga sudah pandai menyanyi.

Dengan berbagai cara, Tati selalu berupaya agar pria yang ditemani bisa langsung mengajaknya ke “lantai atas”, sebutan untuk tempat tersedianya kamar tidur. Sebagai wanita pencari uang, dia tidak pernah memilih teman kencannya. “Saya sering melayani pria tua dari Singapura,” ujarnya.

**

SEJAK datang dari Jawa Barat, Tati telah dua kali memperpanjang kontrak dengan perusahaan tempatnya bekerja. Satu ikatan kontrak lamanya empat bulan. Sepanjang waktu itu, dia tidak boleh keluar kecuali seizin mami atau di-booking pria.

“Kontrol terhadap kami sangat ketat, sehingga tidak bisa sesuka hati pergi ke suatu tempat,” kisah Tati. Sang germo, harus tetap mengetahui di mana posisi “anak-anak” setiap saat. Sebab, tidak jarang ada “pesanan” mendadak.

Di perusahaan itu, ada sekira 80 wanita seperti dirinya. Sedangkan untuk membawa mereka semalam, harus membayar Rp 300.000,00. Mereka boleh dibawa sore hari atau malam hari, sampai besok harinya paling lambat pukul 9.00 WIB.

Mereka hanya memperoleh sebagian kecil dari tarif yang dikenakan oleh pengelola hiburan. Itu sebabnya, para ABG banyak yang memilih untuk tinggal di luar agar gampang menjaring pelanggan tanpa ikatan. “Kami hanya mendapat Rp 40.000,00 untuk short time, sementara untuk satu malam, kami hanya mendapat Rp 100.000,00,” ujar Iis (16), rekan “seprofesi” Tati.

Pengaturan tarif sebesar itu dilakukan karena untuk short time, perusahaan memberikan Rp 40.000,00 untuk sewa kamar, Rp 20.000,00 bagi sopir taksi atau pengantar, dan Rp 60.000,00 ke perusahaan.

Setelah uangnya terkumpul, mereka biasanya pulang kampung. “Tapi tidak selalu banyak dibawa ke kampung, karena banyak potongan tinggal di sini (Batam),” ujar Vina (18), pekerja seks lainnya.

Saat pulang kampung empat bulan lalu, Vina mengaku hanya membawa uang sebesar Rp 2 juta. Wanita berkulit kuning langsat itu mengakui dirinya memang boros. Majikannya sering membawa pakaian-pakaian yang menarik dan dibagikan kepada mereka, yang mengambil harganya dihitungkan pada akhir masa kontrak. Umumnya, harga pakaian itu jauh di atas harga normal.

Di luar tempat hiburan, terdapat pula para ABG yang asli Batam atau daerah sekitarnya dan masih sekolah di SMA. Tapi jumlahnya hanya sedikit. Mereka bisa ditemukan di pusat keramaian Nagoya, Pelita, dan Jodoh, Batam Timur.

ABG-ABG itu juga biasa mangkal di sejumlah diskotek, Lucky Plaza, dan hotel-hotel lainnya. Cirinya, mereka menggunakan pakaian dengan dada terbuka, sepatu hak tinggi, serta menyandang tas kecil di punggung. Mereka keluar dari rumah sekira pukul 21.00 WIB hingga tengah malam.

Konsumen wanita ABG ini cukup beragam, mulai pemuda yang bekerja di sejumlah industri atau sektor informal, hingga pria tua bangka dari Singapura atau Malaysia.

Bahkan, sejumlah pria berumur dari Singapura menjadikan para ABG itu sebagai istri simpanan. Mereka diberi biaya hidup yang memadai, yakni mulai dari 500 dolar Singapura/bulan - 1.500 dolar Singapura/bulan. Namun, para istri simpanan ini akan berada kembali di remang malam begitu “suaminya” pulang ke Singapura. (is/”PR”)***

No responses yet

Oct 24 2007

Wanita Penghibur Cijapati Mengharap Nagreg Macet

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

SEANDAINYA terjadi kemacetan lalu lintas di Kawasan Nagreg, para pengemudi yang tak sabar antre, pasti akan mencari alternatif melalui jalur Cijapati. Bahkan, tanpa ada kemacetan di Nagreg pun bagi sebagian pengendara dari arah Garut-Bandung dan sebaliknya belakangan ini menggunakan jalur alternatif Cijapati.

Menggunakan jalur Cijapati dari arah Kec. Kadungora Kab. Garut sampai Cicalengka Kab. Bandung memang asyik juga. Setiap pengguna jalan bisa melajukan kendaraan secara perlahan. Sambil menikmati pemandangan alam indah dan menghirup udara segar, atau mampir di warung suvenir sambil menikmati makanan ringan ala pegunungan.

Memilih jalur Cijapati agak jauh juga jarak jalan bila menggunakan jalur Nagreg. Perbedaan jarak berdasarkan catatan di petunjuk speed motor hanya sekira 12 km. Perbedaan jarak bagi pengendara kendaraan kecil tak ada persoalan, yang penting menggunakan jalur Cijapati akan terasa aman dan nyaman.

“Tak nyana ternyata jalur Cijapati membawa kenikmatan bagi kami. Kalau tahu dari dulu, mengapa harus pakai jalur Nagreg yang dikenal jalan berbahaya?,” kata Ir. Faridz Wajdi, asal Yogyakarta yang pada siang bersama keluarga sedang makan di pinggir jalur Cijapati kawasan puncak Tuladan Kec. Cikancur perbatasan Kab. Garut-Bandung. Faridz mengaku baru pertama kali selama pulang-pergi Sukabumi-Yogyakarta menggunakan alternatif Cijapati.

Sungguh disayangkan oleh Faridz, sepanjang jalur Cijapati sangat kurang terlihat rambu-rambu lalu lintas. Padahal kondisi jalan berhotmiks sempit, hanya berukuran empat meteran, banyak kelokan, naik-turun, dan banyak jurang berbahaya tanpa penangkalnya.

Di kawasan puncak Tuladan, banyak kendaraan roda dua dan roda empat parkir di pinggir jalan. Para pengemudi dan penumpangnya asyik melihat keindahan alam. Seperti Gunung Haruman, Kawah Kamojang dengan kepulan asap putih, peternakan sapi, perkebunan rakyat, dll. Sejumlah pemuda mendaki guna melihat keindahan Kota Bandung dan Garut dilihat dari atas bukit.

Menurut keterangan warga setempat, jalan antara Kec. Kadungora ke Kec. Cicalengka dulunya hanya jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua, atau kendaraan truk pengangkut sayur mayur hasil tanaman petani di lereng Gunung Kasur dan Gunung Mandalawangi. Jarang sekali dilalui kendaraan umum, karena jalur ini dulunya dikenal rawan penggarongan.

“Sekira tahun 1995 jalan yang dikenal terjal itu diaspal, dan pada tahun 1999 berhotmiks, ternyata dijadikan jalur alternatif bila lalu lintas di Nagreg macet. Bahkan, setiap hari siang malam banyak kendaraan melalui jalur ini,” kata Sukarja (52) warga Ds. Mekarlaksana Kec. Cikancung.

Setelah jalur alternatif Cijapati banyak dilalui kendaraan, banyak warga sekitar yang lahannya berada di pinggiran jalan lantas dijual kepada pemodal luar. Tanah tersebut digunakan untuk dibangun rumah makanan, warung suvenir, minuman, hotel, vila, bar, kafe, dan karaoke yang identik dengan pelayan wanitanya.

Karena larisnya tanah pinggir jalan dibeli para pemodal besar, tak heran kata Sukarja, sekarang harga tanah yang dulunya sulit laku, dijual rata-rata Rp 1,5 juta/ tumbak. Bahkan untuk sekarang ini sangat sulit mencari lahan pinggir jalan karena semuanya sudah dimiliki pemodal luar.

Hampir kebanyakan bangunan komersial disesuaikan dengan arsitek bangunan Sunda. Di setiap warung disediakan lahan tempat beristirahat tamu untuk menikmati hidangan sambil melihat indahnya alam pegunungan. Di kafe-kafe yang tersedia musik karaoke disediakan pelayan wanita penghibur yang ramah dan santun.

“Kalau Bapak cape, silakan pilih mau istrirahat di kafe sambil nembang, bermalam di hotel, berajojing ria di bar, di kawasan Cijapati semuanya ada. Dan dijamin aman karena tak ada pemuda kampung yang ganggu,” kata Komar, pemuda yang bertugas melayani para calon tamu yang beristirahat di puncak.

Tergantung Nagreg

Menurut Komar, para penjual jasa di sepanjang jalur Cijapati terkesan ragu-ragu membuka usahanya. Soalnya, kendaraan yang melewati jalur ini belum stabil. Bila ada kemacetan di Nagreg semua pedagang seolah mendapatkan rezeki nomplok. Bila sebaliknya, tak sedikit para pedagang nasi menanggung kerugian. Termasuk para pemilik kafe dan pelayan wanitanya pun tak mendapatkan rezeki dari tamu.

Seperti yang dialami Ny. Parinem (42) pengusaha kafe dan karaoke asal Solo Jateng di puncak Tuladan. Kata dia, karena konsumen tidak stabil, dengan terpaksa bangunan kafe miliknya sekarang dijual kepada Ny. Eneng asal Bandung seharga Rp 25 juta.

“Saya jual saja, karena Nagreg sudah lama tidak macet, kami harus menanggung kerugian membayar karyawan dan pelayan wanita. Kalau macet terus kami bisa kaya raya,” keluh Ny. Parinem.

Hal sama diungkapkan para pelayan wanita penghibur yang sedang nongkrong di kafe-kafe. Kata mereka, bila Nagreg macet, sehari semalam tamu yang turun dari kendaraan terus mengalir ke kafenya. Namun, bila Nagreg lancar meski ada juga kendaraan yang melewati jalur Cijapati jarang yang mampir.

“Makanya Tety mah ngadoakeun mugia Nagreg sing langganan macet, ambeh enggal kenging rejeki,” kata Tetty sambil mengisap sebatang rokok filter. Tetty dan empat rekannya berstatus janda asal Kab. Cianjur, mengaku sudah empat bulan bekerja sebagai wanita penghibur di jalur Cijapati. Namun, selama ini mereka merasa kesulitan mencari uang karena tamu jarang mampir ke kafenya.

Puncaknya Kab. Bandung

Para pengemudi yang tengah beristirahat di pinggiran jalan menyebutkan, jalur alternatif Cijapati tak ubahnya seperti melewati Kawasan Puncak Cianjur-Bogor. Betapa tidak, melalui jalur ini, jalan berkelok dan naik turun, di kiri kanan jalan tampak pemandangan alam indah dan gunung menghijau. Sarana kebutuhan untuk para pengguna jalan sudah tersedia.

“Hanya saja perlu badan jalan diperlebar, agar semua jenis kendaraan bisa melalui jalur ini. Alangkah bagusnya bila lereng-lereng gunung ditanami palawija atau kebun teh menghijau. Bila hal itu dilakukan, apa bedanya Cijapati dengan Puncak?” kata Jajang pengemudi asal Kab. Tasikmalaya.

Sebetulnya kawasan alam Cijapati hampir mirip dengan Puncak. Lereng-lereng gunung menghijau yang sarat tanaman teh dan palawija. Dulunya di Desa Mekarlaksana terdapat sebuah situ bernama Siti Arja. Anehnya, setelah jalur Cijapati dijadikan jalan alternatif sejumlah areal lereng gunung malah jadi gundul. Termasuk situ Siti Arja hanya tinggal kenangan.

“Makanya jalur ini disebut Cijapati, untuk mengenang kawasan ini yang dulunya kaya dengan aset alami, ternyata sekarang hilang terbang tanpa karena, bagaikan biji makanan dibawa burung merpati,” kata Ihsan Kamal warga Cipari yang rumahnya berdekatan dengan sebuah hotel dan restoran. (H. Undang Sunaryo/”Mitra Dialog”)***

No responses yet

Oct 24 2007

Ngeseks Pun Harus Antri

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

Ini cerita dipertambangan lepas pantai,di mana manajemen memutuskan menyediakan wanita penghibur setiap malam minggu, untuk kebutuhan seks para pekerjanya. Tapi entah kenapa malam minggu berikutnya wanita yang tersedia hanya seorang jadi diputuskan antri, agar semua kebagian. Setiap orang kena charge Rp 1000 tiap kali “burungnya” masuk dan Rp.1000 lagi waktu ke luar sampai hajatnya selesai, baru kemudian di total (hehehehe). Kemudian pekerja yang berminat pun mulai antri (lumayan rame lho).

Ketika separuh antrian sudah terlayani tiba-tiba antrian macet, orang yang terakhir masuk belum ke luar juga, tunggu punya tunggu.. 1/2jam ,1 jam 2 jam 4jam ngak keluar2 juga, akhirnya orang yang antri di belakang sepakat untuk mendobrak masuk.

BRAKKK!!!!!! pintu pun jebol, ketika melongok kedalam mereka melihat orang yang buat antrian macet tadi masih dalam keadaan bugil dan masih menindih wanita penghibur tadi, orang paling depan lalu berteriak “Lama amat sih!!!!, gantian donk!!!!, antrian masih rame nih!!!!.Loe pake obat kuat ya!!!! Sang pembuat macet hanya tersenyum tersipu sambil berkata: “Wahhh!!! untung kalian masuk, selamat deh….”

“Pinjemin Rp.1000 dong!!!! “Duitku cuma RP.1000 jadi aku nga’ berani nyabut senjataku nih”, takut nga cukup buat bayar….

“Hehehehehehhehe… dompetku ketinggalann!!!!

antrian : “grgrrr…gggrgrgrgr… (geram)

Kesimpulan : burungnya, selama 4 jam tadi hanya tertanam tanpa berani ia keluarkan karena takut harus bayar Rp.2000, soalnya duitnya kurang seribu. hihihiihiihi

No responses yet

Oct 24 2007

Hello world!

Published by aviyasa under Uncategorized Edit This

This is the default post! What you think?

One response so far

Advertise Here